.
SEO Stats powered by MyPagerank.Net Free counters!

Rabu, 29 Agustus 2012

Perut kekenyangan Tarawih pulang


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB.Seperti biasa hidangan untuk berbuka puasa sudah berjejer rapih.Aroma kolak sangat menggoda juga sop buah yang segar terasa dingin jika sudah mampir di tenggorokan .

"wah harum sekali nih sup ayam yang mengepul" pikirku . Jika nanti sudah tiba bedug maghrib pasti kuserbu semua nih.Ibu berkali-kali mengingatkanku agar jangan memandanginya terus makanan di meja apalagi menghirup -hirup aroma dari makanan yang asapnya mengepul.

Tibalah saat bedug maghrib,adzan berkumandang dari segala penjuru. sudah keteguk sop buah segar yang dingin .Lalu aku makan dengan lahap.Kata ibu jangan terlalu banyak makan nanti lelenyangan jadi malas tarawih.Tapi aku terus saja makan sampai perut terasa penuh.

"Shalat maghrib dulu baru makan" kata ibuku.Tapi aku tak menuruti katakata ibu.

Waktu untuk tarawih telah tiba ,tiba-tiba aku merasa ngantuk ,tapi aku paksakan untuk pergi ke masjid karena aku malu kalau ternyata memang kata-kata ibu itu benar.

Baru selesai sholat isya kantuk menyerangku dengan berat.Perutku juga sakit ,akhirya baru  sholat tarawih 2 salam aku pulang .Wah besok-besok aku berjanji tidak makan terlalu kenyang karena terlalu kenyang karena makan bisa dilanjutkan sepulang tarawih biar puasanya lebih afdol ,Tarawih gak bolong-bolong.



Artikel Terkait:

0 komentar

Poskan Komentar